Monday, 26 April 2010

Apa Mauku?

            Ternyata setelah kupikir-pikir aku tak punya kelebihan yang menonjol. Berbagai cara telah aku lakukan, mengikuti banyak kegiatan. Tetapi tak satupun yg bertahan lama dan tak satupun yg menonjolkan kelebihanku. mulai dr belajar nge'mc, gecar di orgnaisasi,nari, maen gtar pmk-an yg semakin menurun dll. apa yg salah? apakah aku yg tidak pernah 100% dlm mengikuti kegiatan? gk juga, klo au pegang jawabatan selalu hrs yg terbaik, ttpi pd saat itu krjaan berantakan, a makai menarik diri 50%. Ahirya cman panas2 di awal. ttpi satu hal yg aku suka, yatiu kuliah, kuliah adaah hobiku... hahaha.. Karna ini lah yg menyita pikiranku sekarng, smua wktu berharga hanya untuk kuliah. semoa dengan berjalanya waktu aku semakin diberkati kerah kelebihan yg lebih baik. keahlian byg benar-benar ahli butuh proses penempahan yg sangat panjang. Aku berharap juga supaya aku diberikan visi, misi berdarsarkan  apa yg aku punya. berharap lagi bisa bekerja di bidang yg sudah aku geluti, selama bertahun-tahun.

Saturday, 24 April 2010

H.A.R.I.I.N.I.

Hari ini (24/0410), sangat membosankan bagi saya karena ada pekerjaan yang membosankan juga tentunya :). apa itu pekerjaan? itu pekerjaan adalah MENUNGGU. begini kronologisnya:
hari ini tuh sepupu saya mengikuti ujian masuk unpad, sebenarnya sih saya tidak setuju karena jika lulus harus membayar uang yg sangat banyak, pti terserahlah ya, wong mereka punya uang. ujian dimulai jam 9, kami sampai dilokasi ujian jam 08.30 wib. Belom telat, tetapi empat pengawas udah masuk keruang ujian. pengarahan, persiapan, dll jam 9 ujian dimulai. saya turun kebawah, acara menunggu dimulai. saking bosanya saya jalan2, muter2 di Mipa, Geologi, trus Psikologi. disini saya bertemu dengan seorang Bapak yg sedang melakukan acara menuggu juga. SiBapak sedang menuggu anaknya. Dari pertemuan, kemudian perkenalan basa-basi sampai kepada cerita kocak. saya lupa nanya denagn bapak siapa yg pasti dia sedang menuggu anknya yg nomor tiga, yg konon katanya sekolah di Taruna Negara Magelang dan pas smp juara umum. (pinter2 kok nyoba test beginian y?...what everlah y..). tanta punya tanya, ternyata sibapak ini perniah menjadi sekretaris negara..saya berhenti nyocos sejenak,  menarik nafas dalam-dalam dan menelan ludah. dalam hati wawww....tpi kok gk keliatan ya? haaaaa... yasudahlah, pantesan diawal, sibapak bilang kalau 2juta persemestr tuh murah bangettt, bayar 25 juta gk apa-apa..hahaa...yayayaya i know! *******saya LuPa lagi***** yang pasti diahir percakapan kita bertukar telepon, tentunya u/ mencarikan kost / minta info kost2an, jika anak sibapak menang di Unpad..hmmm,,,
 Itulah yg saya lakukan selama 2,5 jam har ini.....:D

hari Ini

Hari ini (24/0410), sangat membosankan bagi saya karena ada pekerjaan yang membosankan juga tentunya :). apa itu pekerjaan? itu pekerjaan adalah MENUNGGU. begini kronologisnya:
hari ini tuh sepupu saya mengikuti ujian masuk unpad, sebenarnya sih saya tidak setuju karena jika lulus harus membayar uang yg sangat banyak, pti terserahlah ya, wong mereka punya uang. ujian dimulai jam 9, kami sampai dilokasi ujian jam 08.30 wib. Belom telat, tetapi empat pengawas udah masuk keruang ujian. pengarahan, persiapan, dll jam 9 ujian dimulai. saya turun kebawah, acara menunggu dimulai. saking bosanya saya jalan2, muter2 di Mipa, Geologi, trus Psikologi. disini saya bertemu dengan seorang Bapak yg sedang melakukan acara menuggu juga. SiBapak sedang menuggu anaknya. Dari pertemuan, kemudian perkenalan basa-basi sampai kepada cerita kocak. saya lupa nanya denagn bapak siapa yg pasti dia sedang menuggu anknya yg nomor tiga, yg konon katanya sekolah di Taruna Negara Magelang dan pas smp juara umum. (pinter2 kok nyoba test beginian y?...what everlah y..). tanta punya tanya, ternyata sibapak ini perniah menjadi sekretaris negara..saya berhenti nyocos sejenak,  menarik nafas dalam-dalam dan menelan ludah. dalam hati wawww....tpi kok gk keliatan ya? haaaaa... yasudahlah, pantesan diawal, sibapak bilang kalau 2juta persemestr tuh murah bangettt, bayar 25 juta gk apa-apa..hahaa...yayayaya i know! *******saya LuPa lagi***** yang pasti diahir percakapan kita bertukar telepon, tentunya u/ mencarikan kost / minta info kost2an, jika anak sibapak menang di Unpad..hmmm,,,
 Itulah yg saya lakukan selama 2,5 jam har ini.....:D

Tuesday, 20 April 2010

Teringat

Saya lupa klo kmaren saya menangis karena sesuatu hal yg menimpa keluarga saya. Saya rasa hal ini harus dituliskan karena takut lupa (menjadi sejarah yg tak terungkap). perlu ditulis Karena kejadian kemarenkan cukup menggemparkan bagi saya dan mengelikan bagi kk saya.:(  .Seingat saya, saya baru dua kali menangis setelah kuliah. Tentunya menangis dgn begitu hebatnya. sampai-sampai mata bengkak, lucunya menangis sebelum kesuatu acara, yg pertama sebelum k gereja. alhasil semua org yg sensitif mempertenyakan untungnya saya memakai kacamata. Pertama x menangis, ketika saya saya kalah dari spmb'08 karena berpikir untuk pindah jurusan, kedua, kemaren (belom siap u/ bercerita).
setelah saya inget-inget ternyata dari kecil saya suka menagis dan menagisnya lama bgt sampe-sampe tertidur dikasur. saya masih inget ketika mama gk mau beli sendal kayu, beli es cream, gk diikutin ke pasar, ditinggal pergi kerumah Oppung d Purbadolok. astaga,,,ternyata saya tahan menangis selama 2 jam-an. pantesan saya mempunyai nama panggilan SiPartangis (tukang nangis)...ahahahha.
(sejarah urang...hahah)

Sunday, 18 April 2010

suka-suka ku mau nanya apaa...

seorang wartawan bertanya kepada Pak Mari Teguh (Golden Ways) : kenapa Bapak selalu menggunakan kata-kata/kalimat yang susah dicerna untuk mejawab pertanyaan?
MT: jika kita menggunakan bahsa yang biasa-biasa, maka kita kan menjadi orng yg biasa, jika kita sring menggunakan kalimat yang memerlulan waktu untuk mencerna maka kita akan terbiasa untuk berpikir..


Iska: kenapa orang-orang pintar selau menggunakan bahas2 tingkat tinggi? bukankan org pintar dituntut u/ mempermudah org2 yg krang pintar?
contohnya, buku2 kuliah saya (ankersmith dll) susah banget mencernanya,,,hhmm...


Message from my Frend in the midle of the night:
No matter what is waiting in front us, dont lose y'r Faith on FATHER. Remember we are just nothing without Him. Be thankful for everything and keep doing His Command.
Good Night,,,,Feel how FATHER Loves You so much...

Saturday, 10 April 2010

akibat begadang

drama cerita:
lapTop:ska...u suka begdang yk?
Ska: lah? klo dibilang suka begadng gk jug...
laptop: trus ap donk?
ska: yah, tuntutan propesi ...
laptop: ngarang maneh mah...
ska: kok?
laptop: SBY aj sibuk, masih bisa nyantai2 sambil minum kopi di sore hari!
ska: tau dari mana?
laptop: baca lah..
laptop: bahaya atuhlah, bukan bhaya buat kamu aj, tapi buat saya juga. tolong kasihanisayalah..saya sudah capek, nenenin kamu maen game, nulis gk jelas, ngerjain pr, berfbria...atuhkah kasian pada saya...
ska: saya belom ngantukk...
laptop: klo saya rusak krna ecapean gmn?
ska: yayayay,,,mari istirahat...


Lemari: (hmm...si Iska kmi ini makin Gj aj,,,) :D
ska: suka-sukakulah...hahah,,,org aku yg mau nulisss yee,,,sirikk aj si lemari!!






Monday, 5 April 2010

Persebaran warteg sbgai dampak dr urbanisasi

Persebaran penduduk karena faktor urbanisasi ini terjadi pada tahun 1942-1970-an. Tujuan mereka adalah kota-kota besar dan padat di Indonesia salah satunya adalah Jakarta. Jakarta yang menjadi sentral pemerintahan, perindustrian, dan perekonomian membuat rakyat kecil berbondong-bondong pindah ke Jakarta. Begitu juga dengan pengusaha warteg ini mulai ada sejak tahun 1942-1945 kemudian mulai berkembang menjadi rumah makan seperti sekarang ini sejak tahun 1970-an.
Setelah dianalisa lebih dalam melalui wawancara, ada yang disebut dengan warteg tradisional. Warteg tradisional adalah warteg generasi kedua. Pada warteg generasi pertama gagal pada tahun 1965 karena adanya pemberontakan Gerakan 30 September yang dulunya di sebut G.30-S/PKI mengakibatkan mereka pulang kampung. Setelah pemberontakan reda, pada tahun 1970-an, dilanjutkan lagi oleh geberasi kedua atau penggagas warteg tradisioanal, yaitu mereka yang lebih muda-muda. Mereka berusaha membuat sebuah konsep rumah makan yaitu “warteg”. Ketika kita membicarakan rumah makan warteg, yang ada dipikiran kita adalah ciri-ciri khasnya seperti; (1) dibagian depan warung ini terdapat tulisan “warteg”, tanpa diikuti nama lainya, (2) mempunyai dua pintu yang selalu terbuka, (3) jendelanya terbuat dari papan yang berongga, (4) tempat duduk warteg terbuat dari bangku kayu yang memanjang, (5) menu makanan disajikan di etalase, sehingga pembeli dapat memilih langsung menu makanannya. Menu-menu makanan tidak ada yang istimewa hanya makanan rumahan. Menu makanan tersebut antara lain nasi putih, ayam goreng, tempe goreng, ikan goreng, telor asin, tahu goreng, gulai nangka, sambal, kerupuk, mie goreng dan tidak ketinggalan teh yang diseduh dengan gula batu. Namun itulah keunikan warteg.
Mengikuti perkembangan zaman sekarng ini, ada banyak perubahan yang terjadi pada fisik warteg, walaupun tidak jelas terlihat. Namun dapat disimpulkan bahwa untuk generasi mendatang kita akan kehilangan ciri khas dari warteg generasi kedua/warteg tradisional. Sekarang ini, pengusaha warteg cenderung menyesuaikan dengan lingkungan dimana ia berdagang. Sudah jarang ditemukan jendela papan bercat biru dan bersekat karena alasan keamanan. Kebanyakan dari mereka adalah mengontrak rumah alhasil warteg tradisional semakin tidak terlihat. Kursi panjang yang sebagaimana biasanya diganti menjadi kursi tunggal. Dan penyajiannya juga disesuaikan dengan bentuk rumah. Menu makanannya juga disesuaikan dengan lidah masyarakat setempat. Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadi akulturasi budaya setempat dengan budaya warteg tradisioanal.



DAFTAR SUMBER



“Bersakit-sakit di Jakarta”. Gatra, 6 April 1996.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Departemen Pendidikan Nasional. Balai Pustaka.
Kartodirdjo, Sartono, Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. 1975. SEJARAH NASIONAL INDONESIA. Jilid VI. Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.
“Nonstop Kakak Adik Warmo”. Gatra, 6 April 1996
“Rejeki Tidak Berpintu”. Gatra, 6 April 1996
“Suatu Hari dalam Hidup Warteg”. Gatra, 6 April 1996